Tiga Sifat Penyebab Kehancuran Manusia

Imam Hasan bin Ali bin Abi Thalib (ra) berkata: “Kehancuran manusia berada dalam tiga watak: Kesombongan, kerakusan, dan kedengkian.” (Bihârul Anwâr 78, hlm 111)
It's The Choice
Sombong (kibr) adalah memandang dirinya lebih dari orang lain. Sifat ini muncul dari sifat ‘Ujub. Bedanya, ‘Ujub adalah bangga diri, memandang dirinya besar tanpa memandang orang lain kecil berada di bawah dirinya. (Jâmi’us Sa’âdât, penghimpun kebahagiaan, jld 1, hlm 344) Kedua sifat tersebut muncul dari potensi marah (Al-Quwwah Al-Ghadhabiyyah). Yakni akibat dari berlebihan dalam mengaktualisasikan potensi marah.
Rakus (hirsh) adalah keinginan yang berlebihan, tanpa batas, untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya yang sifatnya duniawi. Termasuk ke dalam hal yang duniawi: harta, tahta dan wanita. Sifat ini muncul dari potensi syahwat (Al-Quwwah Asy-Syahwiyyah). Yakni berlebihan dalam mengaktualisasikan potensi syahwat. Lawan rakus adalah qanâ’ah (merasa cukup), yakni merasa cukup terhadap apa yang didapatkan dan dimiliki, membatasi kebutuhan-kebutuhan hidupnya, alias hidup sederhana. (Jâmi’us Sa’âdât, jld 2, hlm 100-101) Dengki (hasad) adalah menginginkan hilangnya kenikmatan Allah swt dari saudaranya sesama muslim, yang kenikmatan itu maslahat baginya. Sifat ini beda dengan sifat ghibthah, yakni menginginkan hal yang sama untuk dirinya tapi tidak menginginkan hilangnya kenikmatan itu dari saudaranya. Sifat dengki muncul dari potensi syahwat, yakni akibat berlebihan dalam mengaktualisasikan potensi syahwat. (Jâmi’us Sa’âdât, jld 2, hlm 192) Akan lebih bahaya lagi jika sifat dengki itu bersenyawa dengan sifat licik dan gegabah. Dua sisi negatif dari aktualisasi potensi pikir dan potensi marah. Karena, kedengkian itu akan direkayasa oleh kelicikan, yang berakibat pada permusuhan dan perpecahan dalam tubuh umat Islam.
Tiga contoh kehancuran yang diakibatkan oleh tiga sifat tersebut dinyatakan oleh Imam Hasan bin Ali bin Abi Thalib (sa). Beliau berkata: “Kesombongan menyebaban kehancuran agama, karenanya iblis dilaknat. Kerakusan musuh jiwa, karenanya Adam dikeluarkan dari surga. Kedengkian sumber keburukan, karenanya Qabil membunuh Habil.” (Bihârul Anwâr 78, hlm 111)
Semoga kita dijaga oleh Allah swt dari kehancuran tersebut. Amîn yâ Rabbal ‘alamin.

Post a Comment

0 Comments