What is Baper?

Tahukah anda “BaPer”….??????? Ada apa dengan “BaPer”…? Dan bagaimana trik atau pun cara untuk mengatasi masalah tersebut? Oleh: Subroto Siregar (*) Baper adalah singkatan dari “Bawa Perasaan” yaitu merupakan salah satu kata yang lagi hits akhir-akhir ini, terutama di kalangan para remaja. Istilah tersebut biasanya semakna dengan kata “sensitive”. Kalau mau dijabarin, baper itu maksudnya terlalu dimasukin ke hati. Entah kenapa, kata tersebut beserta implementasinya lagi hits banget dalam beberapa minggu terakhir ini. Baper, keadaan dimana seseorang terlalu ambil hati atas kata-kata, ucapan, maupun perbuatan orang lain terhadapnya. Akibatnya orang tersebut jadi mudah marah, tersinggung, kecewa, apapun yang berujung pada sakit hati. Sayangnya, kebanyakan baper ini berawal dari salah paham semata. Tapi berhubung terlanjur pake hati, segalanya bisa dijadikan pembenaran. Oke. Sahabat Insppirasiku…. Sekalian aja ya, kita share cara mengatasi baper ala “kadarnya” hehehehehe. 

Cara yang Pertama : Pahami Karakter Orang Kenapa penting banget? Karena ketika kita sudah bisa memahami karakter seseorang, kita akan tau harus bagaimana bersikap terhadap orang tersebut. Karakter ya, bukan sifat. Sifat itu masih bisa diubah sedangkan karakter itu sesuatu yang sudah melekat dan menjadi identitas orang tersebut. Menuntut seseorang untuk mengubah karakternya adalah suatu hal yang nyaris mustahil. Bisa, tapi butuh waktu entah berapa lama. Di masa yang akan datang, semoga kita bisa bersinergi dalam membangun karakter dengan mengadakan “Seminar Motivasi dan Character Building”, semoga tambah bermanfa’at. 

Cara kedua : Selalu Evaluasi Diri Ini juga penting. Selain kita meminta orang lain untuk memahami kita, kita juga harus bisa memahami orang lain. Beradaptasi dengan lingkungan di mana pun kita berada. Di penghujung hari, bisa kita luangkan waktu sejenak untuk evaluasi diri. Apa saja sih, yang sudah kita lakukan hari ini? Dari hal-hal kecil, kita pasti bisa mengambil pelajaran kok. Hidup itu kan, belajar. Ibaratkan “muhasabah” loh,Sob?! 

Cara ketiga : Toleransi dan Tenggang Rasa Ini juga penting banget. Ketika kita sudah berusaha untuk beradaptasi dan orang lain juga sudah melakukan hal yang sama, ini hal yang selanjutnya bisa kita lakukan. Manusia itu kan punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Bukan seperti Tuhan yang Maha Sempurna, manusia itu tempatnya berbuat salah. Ketika seseorang sedang khilaf, cobalah untuk maklum dan jangan cepat baper. 

Cara ke-empat : Bisa Menempatkan Diri Sama seperti, ada waktunya untuk serius dan ada waktunya untuk bercanda. Baper juga sama. Ada waktunya yang dipakai itu otak dan ada waktunya yang dipakai itu hati. Serta ada waktunya kita harus bisa memakai keduanya secara bersamaan dan seimbang. Kita yang harus pintar memilah keadaan, memahami situasi dan kondisi. 

Cara kelima : Kontrol Diri dan Profesional Ini juga biasanya mempan banget deh. Misal nih kalian nyaris banget baper, coba ingat-ingat lagi. Pekerjaan kalian, tanggungjawab kalian, tujuan awal kalian ada di tempat itu dan melakukan hal itu. Jangan pernah mencampuradukkan masalah hati dan ego dengan tanggungjawab yang sedang kalian pegang. Selain bisa merusak sistem kerja, pada akhirnya itu pun bisa merusak nama baik kalian sendiri. Orang lain akan selalu ragu memberikan tanggungjawab yang besar kepada seseorang yang bapernya kelewatan. Di dunia kerja nanti, itu semua akan merugikan diri sendiri. Percaya deh. Intinya; Profesional dan Proporsional ya,Sahabat Inspirasiku. 

Cara ke-enam : Cuek dan Santai Aja Ini lumayan berpengaruh loh. Ya gimana ya. Capek gak sih kalau dikit-dikit baper? Emang gak nyiksa diri sendiri ya? Dikit-dikit sakit hati, memendam amarah, ngedumel di belakang. Bisa bikin penyakit loh yang kayak gitu. Makanya, cuek dan santai aja. Hidup tuh udah susah dan ribet tanpa harus lo tambahin dengan keribetan lainnya yang lo cari-cari dan lo buat-buat sendiri. Hidup itu enaknya dinikmati dan dibawa enjoy. Gak perlu berlebihan kayak yang ada di televisi. Jangan terlalu didramatisir setiap kejadian ya,sahabatku. 

Cara ketujuh : Sabar dan Ikhlas Dari semua hal, ini yang paling penting. Ketika kita sudah berusaha untuk memperbaiki diri, berusaha mengingatkan orang lain, dan usaha-usaha lainnya yang tak terhitung, dua hal terakhir ini yang bisa menjaga kita. Emang sih, ilmu sabar dan ikhlas itu sulit banget. Gue pun belum bisa mengaplikasikannya dengan baik dan benar hingga saat ini. Tapi gak ada salahnya mencoba kan? Kita juga gak tau sabar dan ikhlas yang sebenarnya itu seperti apa. Biarkan Tuhan yang menilai. Well, sebenarnya masih banyak yang bisa kita lakukan untuk mengatasi baper. Ya itu semua ujung-ujungnya balik lagi ke diri kita masing-masing. Ada beberapa cara yang gak mempan buat seseorang tapi bisa jadi sangat ampuh buat orang lain. Ingat, gak semua orang punya toleransi besar untuk menghadapi baper dan tingkat kesabaran orang itu berbeda. Jangan sampai kita mengecewakan orang lain dan membuat orang lain kehilangan respect terhadap kita. Ayo kita perangi baper bersama. Demi kehidupan sosial dan pekerjaan kita yang lebih baik. 

Terima kasih sudah membaca hingga akhir ya. Maaf kalau ada salah kata. No ill feel ya, itu semua hanya menyampaikan pendapat dan pemikiran. Sampai jumpa di postingan berikutnya! "Bukan sabar kalau masih ada batasnya. Bukan ikhlas jika masih merasakan sakit." “Lakukan yang terbaik, selanjutnya serahkan/tawakkalkan pada Tuhan” / Do the best,God the rest (*) Trainer Motivasi dan Charater Building